Sabtu, 07 April 2012
proposal skripsi
PROPOSAL SKRIPSI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA
A. Latar Belakang
Olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan jasmani yang di dalamnya terdapat suatu permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal. Dalam kehidupan modern saat ini banyak orang yang melupakan pentingnya olahraga untuk tubuh. Padahal olahraga merupakan cara untuk sehat yang paling murah dengan hasil yang mengagumkan untuk kebugaran badan. Selain itu olahraga dapat dilaksanakan kapanpun, dan dimanapun kita suka melakukannya baik siang maupun malam sesuai keinginan. Saat ini tidak sedikit pula orang menjadikan olahraga sebagai ajang berkompetisi untuk mencapai suatu prestasi. Maka tidaklah heran jika setiap orang berupaya untuk meningkatkan keterampilannya dengan melakukan berbagai cara.
Pengertian Olahraga (Menpora Maladi) Olahraga mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan missi hidupnya dan cita-cita hidupnya, cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya. Sumber : Aip Syarifuddin, Belajar Aktif Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMP, Jakarta, Grasindo. 1990
Seiring berkembangnya jaman, olahraga saat ini sangatlah diminati oleh masyarakat terutama olahraga permainan. Dalam olahraga permainan banyak sekali cabangnya, diantaranya adalah cabang olahraga sepak bola. Sepak bola merupakan olahraga paling popular di seluruh Negara bahkan perkembangannya hampir merata di setiap negara, tidak terkecuali Indonesia. Olahraga sepak bola merupakan olahraga yang populer dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, hal ini terlihat dari antusiasme dan partisipasi masyarakat yang begitu tinggi. Hampir setiap club-club sepak bola di tanah air memiliki supporter yang begitu fanatisme mendukungnya.
Permainan sepak bola dapat dikatakan sebagai permainan yang sangat menarik dan dapat dimainkan oleh semua golongan umur. Dengan demikian olahraga sepak bola dapat dilakukan oleh siapapun, dari mulai anak usia dini hingga dewasa bahkan lansiapun dapat melakukannya. Pada dasarnya permainan sepak bola diciptakan dengan konsep sebuah permaianan yang dimainkan dengan menonjolkan unsur kesenangannya dan dapat dimainkan secara beregu.
Permainan sepak bola menurut Kosasih ( 1991 : 103) menyatakan :‘‘ Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga permaianan yang terdiri dari dua regu dengan setiap regu minimal 7 orang pemain, maksimal 11 pemain, yang berada dilapangan permainan. Bola dimainkan oleh seluruh tubuh kecuali dengan tangan ( kecuali pencaga gawang) dengan dibatasi oleh aturan – aturan tertentu, yang bertujuan untuk memasukan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan dan menjaga gawang sendiri dari serangan lawan’’.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka seorang pemain sepak bola harus menguasai keterampilan-keterampilan teknik dasar dalam permainan sepak bola. Teknik-teknik dasar dalam permainan sepak bola salah satunya adalah passing atau biasa disebut operan. Namun dalam pembelajaran passing dilapangan terkadang terhambat akibat keadaan yang tidak memungkinkan serta keterbatasan dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu diperlukan alternatif pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran teknik dasar passing sepak bola yang dikemas dalam bentuk compact disc (CD).
Media merupakan salah satu alat untuk membantu dalam proses pembelajaran, namun penggunaanya harus tepat, artinya harus sesuai dengan apa yang akan kita pelajari. Melalui media kita dapat melihat atau mengetahui sesuatu dengan jelas dan media juga dapat merangsang kita untuk belajar. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6).
Menurut Brigs (dalam buku Sadiman, 2002: 6)
Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Jadi, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :
1). gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor, 2). gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara, 3). rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam, 4). televisi, 5). benda – benda hidup, simulasi maupun model, 6). instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut : 1). dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual, 2). dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual, 3). dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek, 4). dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.
Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Media pembelajaran dapat memudahkan seseorang dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Mengingat begitu intimnya media dalam pembelajaran, seorang pelatih diharapkan menggunakan media untuk materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah :
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya), 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, 3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa, 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
1) Membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah, 2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar, 3) Manampilkan obyek yang terlalu besar, misalnya pasar, candi, 4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang, 5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat, 6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya., 7) Membangkitkan motivasi belajar, 8) Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar, 9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan, 10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang), 11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa.
Perkembangan olahraga, kini marak ditayangkan dalam bentuk media audio visual seperti televisi. Banyak stasiun televisi yang menayangkan pertandingan-pertandingan olahraga terutama sepak bola yang kini telah mendunia, sehingga kita dapat mengetahui perkembangannya. Peranan media dalam olahraga menimbulkan dampak yang positif, diantaranya ialah mendorong atau memotivasi masyarakat atau individu untuk melakukan olahraga. Selain menimbulkan motivasi yang tinggi media juga menimbulkan rasa keinginan untuk mengikuti gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh media. Secara tidak disadari bahwa dengan kita berusaha untuk mengikuti gerakan tersebut maka secara tidak langsung kita telah meningkatkan kemampuan keterampilan individu kita.
Berdasarkan hasil observasi sementara yang telah dilakukan oleh peneliti, bahwa hampir rata-rata pelatih menggunakan pengalamannya untuk melatih. Hal tersebut tidak dapat disalahkan karena sesuai dengan ungkapan yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik agaknya cocok untuk tugas sebagai pelatih. Namun seiring waktu berjalan tidak dapat kita hindari perkembangan teknologi yang begitu pesat sehingga mau tidak mau kita harus mengikuti jaman. Sebagai seorang pelatih tentunya ingin memberikan yang terbaik kepada siswa atau atlitnya.
Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang “ efektifitas penggunaan media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola ”. Menurut peneliti hal tersebut perlu dilakukan untuk memajukan perkembangan sepak bola di Indonesia. Mengingat begitu pentingnya penelitian ini dilakukan, maka peneliti harus segera melakukan penelitian.
B. Masalah Penelitian
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas maka perlu diadakan perumusan masalah agar penelitian ini dapat dilakukan sebaik-baiknya, adapun perumusan masalah menurut Nasution S (1987:45) menerangkan bahwa “Masalah harus dirumuskan dengan jelas, hal ini dapat tercapai bila merumuskan secara spesifik”. Oleh karena itu, untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah penggunaan media pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola?
2. Apakah ada perbedaan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola antara siswa yang menggunakan media pembelajaran dengan yang tidak?
C. Tujuan Penelitian
“Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu” (Sugiyono,2009 : 3). Penetapan tujuan dalam suatu kegiatan adalah penting sebagai awal untuk kegiatan selanjutnya. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Sugiyono (2009 : 282) yaitu sebagai berikut: “Tujuan penelitian berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditulis”.
Mengacu pada rumusan masalah penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui besarnya pengaruh yang diberikan media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola.
2. Mengetahui perbedaan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola antara siswa yang menggunakan media pembelajaran dengan yang tidak.
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang, penulis berharap agar hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan penulis khususnya, karena suatu penelitian yang tidak memiliki manfaat akan bernilai sia-sia saja. Untuk itu harapan penulis dari manfaat penelitian ini adalah :
1. Manfaat teoritis
a) Sebagai bahan untuk memperkaya pengetahuan tentang media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar passing.
b) Sebagai bahan acuan bagi para pelatih untuk dapat memperhatikan perkembangan siswanya.
c) Dapat dijadikan sebagai literatur di perpustakaan FPOK-UPI.
d) Sebagai bahan referensi bagi para pelatih dan semua pihak yang berkepentingan dalam peningkatan hasil belajar passing.
2. Manfaat praktis
a) Dapat dijadikan sebagai gambaran umum atau informasi bagi semua pihak yang mempunyai kepentingan terhadap peningkatan hasil belajar passing.
b) Dapat menjadikan FPOK sebagai penggagas utama dalam penggunaan media pembelajaran dalam peningkatan hasil belajar.
c) Menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pelatih dan penulis dalam memahami penggunaan media pembelajaran.
d) Sebagai bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.
E. Batasan Penelitian
Pembatasan penelitian sangat diperlukan dalam setiap penelitian agar masalah yang diteliti lebih terarah. Mengenai pembatasan penelitian dijelaskan oleh Surakhmad (1990:36) sebagai berikut:
Pembatasan ini diperlukan bukan saja untuk memudahkan atau menyederhanakan masalah bagi penyelidikan tetapi juga untuk dapat menetapkan lebih dahulu segala sesuatu yang diperlukan untuk pemecahannya. Tenaga, kecekatan, waktu, biaya dan lain sebagainya yang timbul dari rencana tersebut.
1. Penelitian ini terbatas pada pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola.
2. Sampel yang digunakan adalah siswa sekolah sepak bola asko.
3. Penggunaan media diberikan secara kombinasi.
4. Perlakuan diberikan sebanyak 8 sampai dengan 12 kali pertemuan selama empat minggu.
5. Bentuk penayangan mencakup tentang gerakan dasar passing dalam permainan sepak bola.
Dalam penelitian ini dibatasi langkah masalah bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola. Selain itu akan ditelaah segi-segi lain yang ada kaitannya dengan hasil belajar passing, seperti durasi latihan serta sarana dan prasarana.
Berdasarkan pada penjelasan diatas, maka variabel penelitian dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
1. Variable bebas dalam penelitian ini adalah media pembelajaran (X).
2. Variable terikat dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola (Y).
F. Definisi Oprasional
Untuk menghindari salah tafsir dalam penelitian ini maka penulis membatasi istilah-istilah sebagai berikut :
1. Media Pembelajaran
Media. Menurut Brigs (dalam buku Sadiman, 2002: 6), media adalah “segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, sedangkan pembelajaran adalah suatu cara yang dipakai oleh guru yang diberikan kepada siswa untuk aktif dibimbing oleh gurunya dalam proses belajar mengajar. Jadi, yang dimaksud media pembelajaran dalam konteks penelitian ini adalah suatu alat yang digunakan oleh seseorang untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima dalam bentuk vidio audio visual yang dikemas dalam bentuk CD sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi”.
2. Hasil Belajar Passing
Hasil Belajar menurut Rusli Lutan (2001:7) adalah perubahan prilaku sebagai hasil dari pengalaman bukan karena pengaruh faktor keturunan atau kematangan, sedangkan passing dalam permainan sepak bola adalah operan. Dalam konteks penelitian ini yang dimaksud hasil belajar passing adalah perubahan prilaku atau kemampuan mengoper yang dihasilkan dari sebuah proses pembelajaran.
3. Sepak bola menurut Kosasih ( 1991 : 103) menyatakan : ‘‘ Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga permaianan yang terdiri dari dua regu dengan setiap regu minimal 7 orang pemain, maksimal 11 pemain, yang berada dilapangan permainan. Bola dimainkan oleh seluruh tubuh kecuali dengan tangan ( kecuali pencaga gawang) dengan dibatasi oleh aturan – aturan tertentu, yang bertujuan untuk memasukan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan dan menjaga gawang sendiri dari serangan lawan’’.
G. Anggapan Dasar
Anggapan dasar merupakan titik tolak bagi penulis untuk penelitian yang hendak dilaksanakan. Anggapan diperlukan untuk pegangan pokok secara umum. Menurut arikunto (1993:19) bahwa “anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti dalam melaksanakan penelitiannya”.
Dalam penelitian ini penulis hanya akan meneliti keterampilan dasar dalam permainan sepak bola. Dalam cabang olahraga sepak bola terdapat beberapa teknik dasar yang harus dikuasai, diantaranya adalah passing. Untuk menguasai keterampilan teknik dasar passing dalam cabor sepak bola diperlukan proses latihan. Proses latihan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk penggunaan media di dalamnya.
Menurut Luxbacher ( 2004 : 11) mengatakan bahwa terdapat tiga teknik dasar untuk passing atau mengoper bola yaitu :inside-of-the foot (dengan bagian samping dalam kaki), Outside-of-the-foot (dengan bagian samping luar kaki) dan instep (dengan kura-kura kaki). Teknik yang dipilih untuk diteliti adalah inside of the foot (dengan bagian samping dalam kaki).
Pengaruh media sangat besar terhadap peningkatan atau perkembangan seorang siswa, apa lagi siswa sekolah sepak bola (SSB). Kemampuan seorang siswa SSB perlu dibina dan dilatih sejak dini sehingga pada saatnya nanti siswa dapat menggunakannya dalam suatu pertandingan. Banyak faktor yang bisa menghambat proses peningkatan keterampilan siswa antara lain faktor lingkungan dan sarana-prasarana. Faktor-faktor tersebut dapat menghambat waktu berlatih siswa. Salah satu solusi yang diperkirakan dapat meminimalisir hal tersebut adalah menambahkan penggunaan media dalam setiap proses latihan yang diberikan di awal latihan.
Penggunaan media perlu diberikan karena mangandung aspek pemusatan pikiran, memotivasi, dan memberikan rasa percaya diri. Hal ini menunjang konsentrasi siswa terhadap sasaran yang dituju. Dengan melihat media siswa dapat memahami dengan lebih spesifik tentang gerakan dasar passing.
Menurut Brigs (dalam buku Sadiman, 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Jadi, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) ada enam macam yaitu, 1). gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor, 2). gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara, 3). rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam, 4). televisi, 5). benda – benda hidup, simulasi maupun model, 6). instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah 1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya), 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, 3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa, 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Untuk membentuk teknik dasar dalam keterampilan dasar olahraga harus dilakukan dan dilatih berulang-ulang. Penayangan media yang diberikan dapat diserap dan disimpan di bawah alam sadar, sehingga ketika siswa diperintah untuk melakukannya maka secara otomatis gerakan akan berlangsung. Penayangan media dalam latihan juga dapat menghasilkan proses latihan yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar gerakan.
Salah satu prinsip dasar belajar keterampilan gerak adalah pengulangan atau latihan. Secara umum dapat dikatakan bahwa suatu latihan dapat meningkatkan kemampuan motorik dari seseorang yang berlatih. Dalam melaksanakan latihan, prinsip-prinsip latihan harus diperhatikan karena suatu latihan akan melibatkan proses belajar-mengajar yang menghasilkan suatu perubahan perilaku keterampilan geraknya.
Tujuan latihan yang diharapkan terjadi dalam proses belajar-mengajar pada intinya merupakan upaya peningkatan hasil belajar gerak. Tujuan latihan ini dijelaskan oleh Harsono (1988 : 100) bahwa “Tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin”.
Berdasarkan uraian diatas, penulis beranggapan bahwa penggunaan media pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola.
H. Hipotesis
Pengertian hipotesis menurut Sugiyono (2009:64) “hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan”.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut.
1. Penggunaan media pembelajaran menimbulkan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepak bola.
2. Terdapat perbedaan dari hasil belajar passing dalam permainan sepak bola antara siswa yang menggunakan media pembelajaran dengan yang tidak.
I. Metode Penelitian
Metode adalah salah satu cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan tujuan dari suatu penelitian adalah mengungkapkan, menggambarkan, menyimpulkan hasil pemecahan masalah melalui cara-cara tertentu sesuai dengan prosedur penelitiannya. Metode penelitian menurut Sugiyono (2009:2) ”metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian eksperimen. Menurut Rusli (2007:145) Penelitian eksperimen merupakan salah satu metode yang paling diandalkan oleh kebanyakan peneliti, metode ini merupakan cara yang terbaik dalam menggunakan hubungan sebab akibat (cause and effect relationships) antara variable. Menurut Surakmad (1990:149) mengatakan, “eksperimen ialah mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat sesuatu hasil”.
Penggunaan metode bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Dengan kata lain penggunaan suatu metode harus dilihat dari sudut sejauh mana efektivitas suatu metode, efisiensinya, dan relevan tidaknya. Suatu metode dikatakan efektif apabila selama pelaksanaan metode tersebut ada perubahan positif menuju pada tujuan yang diharapkan. Sedangkan suatu metode dikatakan efisien apabila penggunaan waktu, fasilitas, biaya dan tenaga dapat ditekan sehemat mungkin, namun mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan relevantidaknya suatu metode terlihat dari kegunaan atau manfaatnya metode tersebut. Jika antara waktu dan hasil pengolahan dengan tujuan yang hendak dicapai tidak terjadi penyimpangan, maka metode tersebut adalah relevan atau sesuai.
Masalah yang akan diteliti adalah mengenai efektifitas penggunaan media terhadap peningkatan keterampilan passing pada cabang olahraga sepak bola. Maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen.
J. Populasi dan Sampel
Dalam suatu penelitian selain hal-hal yang telah diuraikan diatas populasi dan sampel merupakan suatu komponen yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk memperoleh pemecahan masalah dari penelitian ini diperlukan data. Data adalah bentuk jamak dari datum yang diartikan sebagai istilah umum yang mengandung sejumlah arti. Populasi dalam suatu penelitian merupakan kumpulan individu atau objek yang mempunyai sifat-sifat umum. Populasi menurut Sugiyono (2009:80) adalah “ wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Sampel menurut Sugiyono (2009:81) adalah ”bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh karakteristik tersebut”.
Di dalam pengambilan sampel biasanya penelitian sudah menentukan terlebih dahulu besarnya jumlah sampel yang paling baik. Jawaban terhadap pertanyaan ini tidaklah begitu sederhana. Di dalam buku statistik kadang-kadang terdapat rumus untuk menentukan perkiraan besarnya sampel.
Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, bila jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih (Arikunto, 2002 : 112).
Berdasarkan penjelasan diatas maka, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa sepak bola assosiasi subang kota sebanyak 236 orang, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 persen dari populasi yaitu dengan jumlah siswa 24 orang.
Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah teknik dengan cara acak atau random, seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1989:107) sebagai berikut, “teknik sampling ini diberi nama demikian karena dalam pengmbilan sampelnya, peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama.”
K. Instrumen Penelitian
Untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menggunakan alat ukur sebagai media pengumpulan data. Menurut Sugiyono (2009:102) menjelaskan bahwa: “instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”.
Sesuai dengan metode dan desain yang digunakan dalam penelitian ini, maka instrumen pengumpul data menggunakan tes keterampilan sepak bola yang dikonstruksi oleh Nurhasan dalam bukunya yang berjudul “Tes dan Pengukuran Keolahragaan.”.
Agar mendapatkan hasil tes yang objektif, maka harus dihindarkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan tes. Untuk itu perlu kiranya petunjuk-petunjuk tentang prosedur pelaksanaan tes. Prosedur tentang pelaksanaan tes adalah seperti pada halaman berikut :
1. Bahan dan Perlengkapan Tes
a. Bola 2 (dua) buah
b. Stopwatch
c. Bangku Swedia 4 buah (papan ukuran 3m x 60cm sebanyak 2 buah)
d. Kapur
2. Pelaksanaan Tugas
a. Testee berdiri di belakang garis tembak yang berjarak 4 meter dari sasaran/papan dengan posisi kaki kanan atau kiri siap menembak sesuai dengan kebiasaan pemain.
b. Pada aba-aba “ya”, testee mulai menyepak bola ke sasaran, pantulannya ditahan kembali dengan kaki di belakang garis tembak. Selanjutnya dengan kaki yang berbeda bola disepak ke arah berlawanan dengan sepakan pertama.
c. Lakukan tugas ini secara bergantian antara kaki kiri dan kanan selama 30 detik.
d. Apabila bola keluar dari daerah sepak, maka testee menggunakan bola cadangan yang telah disediakan.
3. Gerakan tersebut dinyatakan gagal bila :
a. Bola ditahan dan/atau disepak di depan garis sepak pada setiap kali tugas menyepak bola.
b. Bola ditahan dan disepak hanya dengan satu kaki saja.
4. Cara menskor :
Jumlah menyepak dan menahan bola secara sah, selama 30 detik. Hitungan 1, diperoleh dari satu kali kegiatan menendang dan menahan bola.
L. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan tentang cara, proses, dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan dengan mudah dan sesuai dengan tujuan penelitian. Desain penelitian ini berfungsi untuk memberikan jalan dan arah dari proses penelitian. Gambar arah dan kegiatan penelitian akan tercantum dalm desain penelitian, sehingga hal ini akan membantu peneliti dalam upaya memecahkan masalah penelitian yang telah dirumuskan.
Desain yang di pakai dalam penelitian ini adalah desain eksperimen The One-Grop Pretest-Pposttest Design. Menurut Rusli Lutan dalam buku penelitian pendidikan pelatihan olahraga (2007:158) bahwa dalam desain ini, satu kelompok diukur atau diobservasi bukan hanya setelah diberi perlakuan, tetapi juga sebelum diberi perlakuan. Diagram desain ini adalah :
O X O
Tes awal Perlakuan Tes akhir
The One-Grop Pretest-Pposttest Design
Langkah-langkah penelitian yangs akan penulis lakukan sebagai berikut :
Populasi
Sampel
Tes Awal
Perlakuan
Tes Akhir
Pengumpulan Data
Pengolahan Analisis Data
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Adang dan Yoyo, (2000). Prinsip-prinsip Pengembangan dan Modifikasi Cabang Olahraga, Departemen Pendidikan Nasional
Arif, S (2002). Kurikulum Pembelajaran. Bandung : Depdiknas
Arikunto, S (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Harsono (1988). Coaching Dan Aspek-Aspek Psikologi Dalam Coaching. Jakarta: Cv Tambak Kusuma
Lutan, Rusli. (2007). Pengembangan Sistem Pembelajaran Model Mata Kuliah Penelitian Pendidikan Dalam Pelatihan Olahraga. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Lutan, Rusli, dkk (2007). Evaluasi Pendidikan Jasmani. Bandung : 2007
Luxbacher, joseph, A. 2004. Sepak Bola. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Sugianto. (1992). Materi Pokok Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta : Depdikbud
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar